6/20/2024

30 Menit Tantangan Perempuan

Meskipun tidak mudah, rasanya sayang sekali untuk melewatkan setor Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni ini. Berbicara tantangan perempuan rasanya langsung ingin menumpahkan isi kepala yang mungkin kalau ditarik keluar jadi benang-benang sepeti Dumbledore di Harry Potter tidak lagi cukup untuk ditampung dalam satu cawan. Bisa jadi satu ember, atau satu toren, atau mungkin berkubik-kubik tangki truk air yang bisa melayani ratusan rumah tangga. Sebelum saya meracau lebih lanjut, mari kita ingat bahwa batas pengumpulan tantangan adalah 30 menit lagi dan saya baru saja mulai menulis. hahaha. 




Peliknya tantangan yang harus dihadapi oleh seorang wanita mungkin bisa digambarkan dari isi kepalanya. Mengambil sample acak kehidupan seorang wanita, beginilah isi kepala saya dalam 30 menit di tengah malam ini:

Dinas keluar kota tidak sesederhana kelihatannya

Rasanya paling deg-degan kalau sudah mulai ada pembicaraan traveling staff di kantor. Saya yang jadi si paling berkelit untuk travel ini akhirnya tidak bisa berkelit lagi dan harus pergi ke Bandung 2 hari ini. Hanya ke Bandung, dan sama sekali tidak sulit, seharusnya. Tetapi kenyataannya memang tidak selalu mudah. Jadwal traveling yang hanya 2 hari dengan jarak dekat ini bertepatan dengan jadwal libur ART di rumah. Intinya tidak mungkin saya meninggalkan anak-anak tanpa ada yang bisa menjaga. Jadilah saya membawa mereka semua ikut serta. Kehebohan lainnya menyusul memenuhi kepala mamak ketika ternyata jadwal traveling bersamaan dengan jadwal foto raport anak sulung dan ada acara perpisahan kelas pula di esok harinya. Alamak!   

Anak kecil mendadak sakit

Memang mamak tidak boleh sombong. Setelah 3 minggu anak-anak sehat, saya sesumbar berpikir mereka sudah membesar dan imunitasnya menguat. Malam sebelum kami pergi ke Bandung anak bungsu tiba-tiba sumeng. Dilanjutkan dengan demam yang semakin tinggi seharian tadi, dan berakhir malam ini saya begadang bangun 15 menit sekali untuk cek suhu. Sudah lewat 39 derajat celcius dan mamak harus siaga memikirkan harus bagaimana bila terjadi apa-apa. Dengan riwayat anak kejang, sudah pasti mana bisa tidur nyenyak.   

Besok anak kecil makan apa

Saya cukup beruntung pergi dinas ke kota tempat kakak saya tinggal. Bisa menitipkan anak, seperti daycare plus plus plus. Lengkap dengan teman bermain sepupu-sepupu dan hiburan yang  saya tidak perlu pusing lagi. Makanan juga bukan masalah besar. Tetapi jadi heboh karena anak bungsu tipe anak rumahan yang harus makan teratur dengan menu lengkap. Jadilah isi kepala saya tentunya bolak balik cek ke kakak saya di kulkas dia ada apa saja isinya.hahahahaha  

Ingetin pak suami

Ada wanita dibalik kesuksesan suami. Kalimat ini mungkin kalau didetailkan jadinya: ada wanita ceriwis yang sibuk mengingatkan suami harus melakukan apa saja atau menyiapkan segala keperluannya. Sudah disiapkan pun masih harus diingatkan, jangan lupa dibawa.

Minggu depan harus terima arisan komplek

Waduh, udah seminggu lagi, belum mikir mau nyuguhin apa.

Kebun berantakan banget

Duh, belum dapat tukang kebun yang bisa datang rutin. Angan-angan membersihkan sendiri tapi kok tidak kesampaian.

Haduh belum baca materi buat meeting besok

Ohiyaaa.. ke bandung kan dinas kantor. Malah kelupaan nyiapin materi buat besok. haduh baju meeting kusut ketimpa baju anak-anak. Jepit rambut ditaruh dimana ya tadi habis dimainin si adek? haduh lupa baju renang belum dikucek, sikat gigi adek enggak kebawa lagi. Ikan cupang di rumah udah dikasih makan atau belum ya? Besok nganter anak-anak ke rumah kakak habis itu masih keburu sarapan dulu nggak ya?  #makin kecampur-campur 

Tidaaaak belum bikin tantangan EmGe EEEnnnnnnšŸ˜‚



Penutup

Mamah dan segala kepelikan dalam kehidupannya tentunya menghadirkan inspirasi masing-masing. Seperti mengikuti tantangan di malam ini, rasanya seperti secuplik contoh bagaimana saya selalu ingin menyerah di setiap menghadapi kepusingan hidup, tetapi ketagihan juga untuk terus memaksa diri melewatinya. Karena setelah lewat, rasanya menyenangkan sekali. Bangga.

Untuk terus bisa melewati tantangan yang bertubi-tubi, saya mulai menuliskan satu persatu isi kepala saya. Selain itu, meminta bantuan adalah hal yang wajib dilakukan bila mulai kewalahan.