4/20/2026

Celoteh Krucil

Anak wedhok satu-satunya di rumah bercita-cita menjadi dokter hewan. Tentu saja dilatarbelakangi kecintaannya pada hewan yang menyebabkan dia sama sekali tidak bisa melihat hewan yang terluka. Jangankan terluka, melihat kucing mengeong di depan rumah saja, ajudan ibunya harus sigap bangkit berdiri, membawakan sesajian agar si meng kembali damai. 

Bila sedang lelah-lelahnya, baru saja nggletak, tetapi harus bangkit lagi demi ndoro meng, sungguh selalu muncul perasaan-perasaaan suudzon bahwa kucing-kucing ini bisa bersandiwara, dan pada hakikatnya hanya berpura-pura saja. Tapi lantas kulihat sorot mata anak wedhok disana, jadi lah kuiklhas saja.

Bukan hanya perkara makanan kuncing, ternyata cita-cita menjadi dokter hewan ini juga tergambar dalam imajinasinya. Kelak, dia ingin punya rumah praktek dokter hewan yang dilengkapi ruang tunggu hewan untuk antri dokter. Ada kursi untuk gajah, jerapah, beruang, serigala, dan orang utan. Bagian atap diatas kursi untuk jerapah harus dilubangi agar tinggi. Lalu ada juga kolam untuk paus, hiu, dan kura-kura. Kolam untuk paus dan kolam untuk ikan lele harus dipisah, agar lele tidak dimakan ikan paus. Kursi singa tidak boleh dekat kursi untuk kelinci agar kelinci tidak termakan singa saat antri dokter. Semua hewan harus tenang antri dokter dan tidak boleh berisik. 

Kalau ikan hiu sakit parah dan ingin muntah, dokter akan segera dipanggil. Dokter punya asisten perawat yang bisa memberikan obat-obatan kapan saja kepada semua pasien hewan yang merasa sakit dan tidak kuat menunggu antrian dokter.

Anak lanang-lanang satu-satunya bercita cita menjadi arsitek. Dia yang akan mendesain rumah dokter hewan, lengkap dengan area tunggu yang bisa menampung semua hewan. Hingga sekarang masih menjadi beban pikirannya, bagaimana mendesain atap untuk tempat tunggu jerapah, yang menjamin leher jerapah tidak nyangkut ketika sewaktu-waktu dia harus beranjak masuk ke dalam ruang praktik dokter. Di bagian luar tempat tunggu hewan, akan dibuat arena bermain agar hewan-hewan tidak merasa bosan. Tapi masih menjadi pekerjaan rumah juga bagaimana desain arena bermain yang bisa menjamin hewan-hewan itu tidak ada yang termakan hewan lainnya ketika sedang bermain bersama.

Penutup

Cerita ini dibuat untuk mengikuti Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan April 2026 dengan tema Cerita Random. Sedikit meracau di tengah malam, memanfaatkan topik random penuh kebebasan untuk mendokumentasikan secuil percakapan dengan anak-anak kecil, yang barangkali mungkin nanti jadi kenyataan. Semoga cukup random dan menghibur.