11/20/2023

Kegiatan biasa saja

Tidak terasa, memasuki setoran terakhir tahun ini. Prestasi saya adalah satu kali bolong setoran karena ketiduran. Semoga setoran terakhir ini betul-betul bisa disetor, dan di tahun depan bisa meningkatkan prestasi: tidak bolong setoran, atau lebih baik lagi bisa lebih aktif di MGN dan menulis lebih sering lagi. 


Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog kali ini bertema Kegiatan Favorit Bersama Keluarga. Mari kita mulai!

Kehidupan Commuter

Seperti kebanyakan commuter Jabodetabek yang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di jalan, saya dan suami tentunya sangat menanti-nanti saat-saat kami bisa dirumah. Meskipun tidak seheboh orang-orang yang pergi petang dan pulang sudah petang lagi, tidak bisa dipungkiri bahwa perjalanan menuju dan dari Jakarta itu melelahkan. Lelah mental yang membuat lelah fisik, kata kakak saya yang biasa hidup di Bandung dan langsung sakit keluarga begitu liburan di Jakarta 😂.

Kondisi ini membuat saya menjadi anggota pasukan pulang tepat waktu bila harus pergi ke kantor, dan menerima setiap kesempatan yang ada untuk bisa mobile working. Begitu juga suami saya. Meskipun bukan jurusan Jakarta, ketika pulang tetap saja harus berjubel dengan mobil-mobil dari Jakarta yang pengendaranya sudah lelah. Faktanya, baru kami sadari bahwa kelelahan itu menular, menembus batas pintu mobil dan udara. Mengakibatkan semua pengendara di jalan yang sama jadi ikut lelah juga😁.

Suasana Lainnya

Kebetulan, kami tinggal di daerah yang tidak padat penduduk. Bukan kawasan elite yang luas kavling rumahnya seukuran lapangan bola ya, tapi tidak padat karena masih banyak kavling yang kosong. Dikelilingi pohon bambu, semak tinggi, dan pepohonan besar yang rindang. Pohon besar disini bisa mendukung dua suasana ya, asri dan sejuk atau gelap dan horor. hahahaha. 

Seolah menyeleksi penghuninya, sebagian besar warga yang tinggal disini hobi bercocok tanam. Tetangga sebelah rumah saya adalah sepasang suami istri sepuh yang hobi menanam singkong, ubi, pisang, dan pepaya. Meskipun terkenal daerah planet luar bumi yang punya empat matahari, disini cukup sering saya menjumpai embun di pagi hari. Di pagi hari ada kicauan burung, di siang hari capung-capung berterbangan, dan di malam hari ada suara tonggeret. Saat angin berhembus ada suara derik pohon bambu. Tentu saja lengkap dengan koleksi hewannya. Ular pohon, anak ular (entah jenis apa), berbagai rupa kumbang dan kodok serta katak sudah pernah mampir ke rumah. Pokoknya lengkap sudah seperti sedang hidup di desa.

Dirumah Saja 


Kelelahan di jalan dan kehidupan damai di rumah menjadikan kegiatan favorit keluarga saya adalah Di Rumah Saja. Rasanya seperti masuk ke cangkang dan enggan keluar. Herannya, kedua anak saya sejak pindah kesini juga jadi enggan diajak keluar, lebih memilih untuk dirumah saja. Padahal dulu saat tinggal di tengah kota Jakarta, rasanya tidak bisa diam. Bangun tidur langsung berpikir ke Mall mana kita hari ini. 


Sekarang, mungkin karena jauh dari keramaian kota, kami lebih memilih menghabiskan waktu dirumah. Saya belanja ke pasar melihat sayur-sayuran, penjual kelapa, dan ikan laut segar. Baca buku atau movie time dirumah menjadi asik. Kadang dengan layar besar bila tidak sengaja saya atau suami harus membawa proyektor kantor pulang ke rumah, atau lebih sering dengan TV ukuran biasa yang ada dirumah. Yang jelas movie time  dengan snack selalu menjadi waktu yang ditunggu-tungu oleh anak-anak.

Bila sedang cari kegiatan lain, kami jalan-jalan keluar komplek, menyusuri kebun singkong dan rumah-rumah warga. Tidak jarang kami panen daun singkong atau daun pepaya jepang. Di hari-hari tertentu bisa menikmati pisang kepok kuning atau ubi manis yang dikirim tetangga hasil panen tetangga yang berkebun di sekitar rumah😁. Di lain hari anak-anak main sepeda, atau sekedar kami duduk minum teh di teras sambil angkat kaki mumpung dirumah sendiri, memandangi pohon bambu liar jadi momen yang ditunggu-tunggu. 


Penutup

Begitulah cerita kegiatan favorit keluarga saya. Biasa saja, tidak memerlukan banyak biaya, tapi kami menikmatinya :)







 

3 komentar:

fsrinurilla mengatakan...

Wah tepuk tangan dulu untuk Mamah Ririn. Hanya bolong sekali selama tantangan 2023 ini. Aamiin aamiin, insha Allah 2024 bisa full ya Teh. 🥰👍🏻
***
Owalah Teh, sama Teh, hidup di kota besar apalagi ibukota (atau dekat ibukota); bisa seharian di rumah bersama keluarga sudah menjadi sebuah 'surga'. Healing sederhana yang bikin pikiran fresh, fisik gak kaku, dan sehat mental.
Apalagi bisa sambil jigang macem Bapak-bapak jadul yang nongkrong di warteg jaman dulu ya Teh, sambil nyruput teh manis dan mengamati lingkungan sekeliling ahaha. Nikmatnya 😍
***
PS: salfok sama bocil yang nongol diantara dedaunan pepaya ahaha, ganteng imut lucu. ❤️

jade mengatakan...

Begitu dengar panenan ubi, daun singkong, daun pepaya jepang, kenapa jadi ngiler gini. Toss Teh Ririn kota kedesa-desaan dan desa kekota-kotaan ini bikin banyak bersyukur ya, Teh.

Anonim mengatakan...

Bisa makan hasil panen di halaman rumah salah satu kegiatan favorit saya teh. Wktu di Bandung tanam di pot2. Lumayan bisa makan tomat, kangkung dan daun bawang fresh dari halaman sendiri.
Skrg di Bpn ada sepetak are yg ditanami daun katuk, cabai, kangkung yg sudah panen brkali2. Kalau ikan dan ayam bisa ditanam rasanya mau juga deh hehe