11/14/2014

Anemia aplastik dan teman saya

Anemia aplastik.penyakit yang mendadak akrab buat saya karena dalam 4 bulan ini ada 2 orang di sekitar saya yang kena penyakit itu. Yang satu ayah teman kerja saya dan yang satu lagi teman seangkatan saya waktu S1 dulu. Gejalanya sama, jangka waktu ketahuan penyakitnya sama,dan akhirnya pun sama. Seperti ayah teman saya yang nggak ada bulan Juli lalu,teman saya pun pergi,kemarin.

Merujuk ke wikipedia, "Aplastic anemia is a disease in which the bone marrow, and theblood stem cells that reside there, are damaged. Aplastic refers to inability of the stem cells to generate the mature blood cells"

Persis seperti yang tertulis, teman saya harus dapat transfusi darah paling tidak 10 hari sekali karena sumsum tulang belakangnya tidak bisa memproduksi sel darah merah sendiri. Gejala awalnya hanya meriang,lesu. Selanjutnya jadi pucat, gusi berdarah,dan keluar bintik merah di kulit : pendarahan dalam karena trombosit minim.

Tadi ibu teman saya itu cerita, teman saya sejak kecil sering makan makanan yang dipanaskan dengan microwave atau alat pemanas lain yang memancarkan gelombang radiasi. Memang,radiasi itu salah satu penyebab anemia aplastik.

Well. Saya masih nggak tahu harus komentar apa. Di tengah teman-teman saya heboh menghitung urutan kandidat-kandidat yang akan nikah duluan,teman saya ini malah ambil bagian pergi duluan -_-,.

Teman saya ini anaknya super baik, sejauh yang saya tahu dia sehat, rajin naik sepeda dan mendaki gunung. Bukan tipikal mas-mas gendut pemalas yang obesitas. Setelah lulus seperti saya kerjaannya ngorek-ngorek sampah. Dan saya menyesal,membalas whatsappnya ala kadarnya saja 3 minggu lalu.andai whatsapp punya fiture khusus penanda orang mau pergi semacam status read yang centang 2 itu :)))

Masih aneh rasanya lihat teman saya tiduran di peti jenazah. Biasanya saya ketemu dia di lab sedang makan bekal masak sendiri: babi bumbu kecap yang sering juga ditawarkan ke saya sambil cengengesan -_-"

Nyah.sudahlah.Mungkin lain kali saya akan membalas semua whatsapp dengan sepenuh  hati dan ingat untuk meluangkan waktu mengobrol selagi saya bisa mengobrol :(

Baiklah begitu saja. Selamat jalan pichan!

1 komentar:

hanifa mengatakan...

geboyy, ini sedih banget kalimatnyaaa, "Di tengah teman-teman saya heboh menghitung urutan kandidat-kandidat yang akan nikah duluan,teman saya ini malah ambil bagian pergi duluan"